01/06/09

Harapan dan do'a...

Entah kenapa pada malam Jum'at yang lalu,aku berbicara dan ngobrol-ngobrol lama dengan ibunda.Jarang - jarang aku berbicara dan mendengarkan keluhan dan harapan beliau.Tak terasa aku sampai menitikkan airmata mendengar celoteh beliau.Yang kalau sudah ngomong ampun deh.. bisa-bisa 2 jam.Untuk kali ini aku ingin mendengarkan segala ceritanya.Bukannya tak rindu,tapi takut tak kuasa menahan rindu yang pada akhirnya akan kelihatan lemah dan cengeng (sok kuat ni yee..)
Pada saat itu juga aku sangat bersyukur bahwa aku masih memiliki seorang ibu yang sangat menyayangi aku,mengingatkan aku untuk sholat malam,rajin berpuasa,ngaji jangan lupa.Aku mengiyakan saja....dengan jawaban "udah ibu" ;"ya..ya"(sambil tersenyum mengingat masa kecilku.

Dalam hati aku berkata'"ya Alloh berikan aku kesempatan untuk dapat memenuhi harapan dan cita-cita beliau,berikan aku kekuatan untuk dapat membuat kenangan - kenangan yang terindah bersamanya".Aku ingin melihatnya tersenyum dan tertawa.Walau untuk itu aku harus menunda kenyamanan untuk mewujudkannya.Aku mohon beri aku kesempatan dan waktu bersamanya".

Kadang aku seperti pengganti ayahku,ibu aku akan bertanya kalau menyangkut keputusan-keputusan tentang peninggalan ayah ku.Kadang sebel juga,aku akan jawab kan itu punya ibu juga.Bagi aku tak terlalu penting..toch harta bisa dicari.Dengan sabar terus akan begitu.Terimakasih ibunda ternyata kau begitu menghargai anak-anak mu.Mungkin anak-anak mu suka lupa bagaimana menghargaimu.

Mohon do'a mu ibunda itu yang selalu aku harapkan.Melihat mu bahagia aku turut bahagia.

Semoga Alloh mengabulkan permohonan kita ibunda.Amin.

Tidak ada komentar: