Dapat kiriman email dari seorang teman sangat lah menyenangkan (walau hanya sebuah tulisan atau cerita),apalagi mengandung filsafat hidup.Karena keanggunan kata-katanya aku pindahkan ke blog ini.Penggunaan kata-kata yang singkat,padat,dan jelas.
Yaaaaa....walau jadi ingat akan seseorang yang suka bersembunyi dan lari.Hahahaha..."thats the way he is".
Dari seorang akhwat...........
= = = = = = = = = = = = = = =
Percaya itu indah. Mempercayai dan dipercayai juga indah. Ketika kepercayaan itu hilang, maka keindahan itu juga hilang. Bahkan hancur lebur, hangus seperti abu. Lalu berterbangan ditiup angin. Tiada yang tersisa. Ya....betapa sulitnya membangun sebuah kepercayaan, tapi betapa mudah untuk menghancurkannya. Ah…sungguh tidak ku sangka....
Apa yang terlihat oleh mata, juga terdengar oleh telinga…apakah semuanya selalu benar?
Bisa jadi memang benar, tapi bisa jadi juga salah. Tak pantas untuk menyalahkan tapi juga tak pantas untuk disalahkan. Jadi, selama belum tahu kebenarannya, jangan saling menyalahkan. Menduga-duga dan curiga bisa berujung pada fitnah. Benar menurut kita, belum tentu. Benar menurut orang lain, juga belum tentu. Tapi benar menurut Allah, itu sudah tentu.
Ya.....ada baiknya merenungi hancurnya sebuah kepercayaan dari orang yang kita percayai dan mungkin sesekali menikmatinya sebagai sebuah kesedihan. Atau, ambil saja hikmahnya, itu akan lebih baik. Bisa jadi juga kehancuran itu karena telah salah menutupi sesuatu. Meskipun makin kesini sesuatu itu makin terbuka. Tapi tentu tidak semua harus dibuka bukan? Tetap ada rahasia yang harus dipegang.
“Seseorang” dengan “Sesuatu” yang selama ini kita ketahui, tetaplah seperti apa yang kita tahu. Kita lebih mengenalnya dari orang lain yang tak mengenalnya lebih jauh. Lalu kenapa ketika ada yang mempertanyakan “sesuatu” itu, kita berubah seakan tak pernah mengenalnya? Dan “seseorang” itu menjadi sangat asing bagi kita? Ah...semudah itu.
Hmmmm....ada benarnya nasihat yang selama ini terdengar bahwa menamakan diri Islam itu sangat mudah, tapi menjadikan diri Islam dengan sebenar-benarnya, sangat tak mudah. Apalagi bila hidup dilingkungan yang tidak islami. Bertahun-tahun usia dihabiskan diluar dan jauh dari pendidikan agama yang semestinya. Hanya membaca tanpa guru, hanya menyimak tanpa dialog, hanya belajar tanpa mempraktekkan. Maka nilai Islam itu tak juga lekat dalam perbuatan kesehariannya, kecuali hanya sebatas mendengar dan melihat tanpa mengamalkan. Belum lagi jika terjadi banyak peristiwa getir dalam hidup yang membuat jiwa terguncang dan goyah. Masih untung tidak menjadi gila dan memilih mati. Alhamdulillah, tetap percaya pada Allah.
Baiklah, semua teguran itu ada benarnya. Menerima, memahami dan mengoreksi diri, itu yang bisa dilakukan saat ini. Jadi, ada baiknya pergi untuk sementara, atau, jika perlu untuk selamanya. Semoga kesalahan itu bisa diperbaiki dan tak kan pernah terulang.
Kembali ke dunia yang sepi, meniti hari dan memperbaiki diri agar Islam yang sesungguhnya bisa nyata dalam kata dan perbuatan.
Anda tahu yang sebenarnya dan orang lain tak tahu, tapi anda mempercayai perkataan orang yang tak tahu, maka untuk apa selama ini anda diberitahu hal yang sebenarnya??
****seandainya status itu terceritakan, tentu tak akan ada fitnah dan gunjingan yang meruntuhkan kepercayaan itu.
Gimana pasti setuju bahwa penggunaan kata-kata yang intelek namun tepat sasaran yang dimaksud.
ini adalah catatan kecil ku, sekedar menguraikan sumbatan-sumbatan kata yg selama ini tersimpan dalam benak......
14/07/09
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
1 komentar:
Uraian yang memang padat dan sarat makna. Membaca postingan ini, kita jadi diajak untuk merenung..
Posting Komentar