Saat kau meminta pendapatku akan niat mu untuk mengadu nasib ke Makasar,aku terdiam...dan hanya berkata,"coba sholat istikharah".Alloh lebih tahu yang terbaik buat kamu.Jawab mu,"iya sich".Dan kau ceritakan prospek-prospek yang ada disana.
Seminggu yang lalu aku telpon dan kirim sms tak kau balas.Hati ku mengatakan bahwa kau jadi pergi ke Makasar,dan benar juga ketika kau terbatuk - batuk "ini oleh-oleh dari Makasar".Satu sisi aku kasihan dan salut melihat cobaan yang kau terima setahun terakhir ini.Disisi lain aku agak kesal dan marah melihat cara mu menyelesai masalah keuangan yang salah satu pemicu keretakan rumah tangga mu.Aku ingin berteriak "disiplin,disiplin.....!"atur keuangan mu.Kau dengan mudahnya menggunakan uang untuk A tapi untuk B,dengan alasan ntar bisa diganti.Uaaaammmmmpuuuuunnn?!deh Sus.Hampir saja koleris ku keluar.Kau tidak belajar dari pengalaman sebelumnya.Kau bisa cari uang tapi apa bisa kau tutup lubang yang sudah kau gali dalam???Aku gak ngerti cara berpikirmu.
Dengan alasan itu kau ingin merantau.Perlahan kutatap matanya tanpa berkedip,"Iwan sekarang dimana"?.Tidak sulit menerka gejolak yang terjadi dalam dirimu.Ampun deh sus kalau sudah ada rasa saling menyukai,mengagumi bahkan cinta...itu akan mudah ditebak apa yang akan terjadi.Kau akan merusak rumah tangga orang lain,cukup jangan tambah masalah lagi.Walau kau berkata kita akan saling menjaga dan aku tak akan begitu.Kalau menyangkut "perasaan" dah deh aku nyerah!
Melihat kau tampak lebih cantik tapi sedikit linglung,aku tahu itu.Kalau ku ingat kembali betapa kau berusaha mempertahankan keutuhan rumah tangga mu perlu aku ajungkan jempol.Diposisi mu dengan dua kali pengkhianatan kalau aku sudah tak ingin mempertahankannya.Satu kali dimaafkan kedua kali maaf saja,tak ada lanjutannya (langsung "the end").Sungguh tak pandai bersyukur lelaki itu,kau manis,mandiri dan tidak cengeng,pintar masak dan urus rumah tangga,suatu kombinasi yang tidak mudah.Pintar cari uang dan urus/service suami ok banget dan anak-anak.Kau begitu mengabdi,gile bener tuh laki-laki.Manusia juga kan,ada kelemahannya.Gak abis pikir aku yang sewot jadinya.Bisanya cuma cari kelemahan aja,kayak sempurna aja.Sekarang kau dah berpisah,satu sisi aku ikut senang karena menurut ku laki-laki seperti itu tak patut dijadikan sandaran dan imam.Cemen!!Insyaallah akan dapat jodoh yang sebanding/selevel yang akan membuat mu dihargai,disayangi dan dicintai setulus hati.Ku do'a kan selalu.Aku yang dengar cerita mu aja capek rasa nya mau dipites aja, gimana kamu.
Rata-rata yang aku tahu laki-laki kalau melakukan selingkuh pasti punya alasan segudang,yang kurang ini lah,yang itu lah,...buat membenarkan tindakan nya dan cari simpati.Jarang dan langka yang tanpa menjelekan pasangan nya.Bilang aja "iya gw dah bosen ama elo", gitu kan lebih hemat energi dan gak nambah panjang deretan dosa.Selesai kan...mau kata yang panjang mau yang pendek tetap aja menyakitkan.
AKU AKAN SELALU MENDUKUNG DAN MENDO'A KAN MU.INGATLAH INI SEMUA DEMI ANAK - ANAK.
ini adalah catatan kecil ku, sekedar menguraikan sumbatan-sumbatan kata yg selama ini tersimpan dalam benak......
07/07/09
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar